Mengangkat kedua tangan saat doa

Majelis Indahnya Berbagi:

โ˜˜๐ŸŒท Mengangkat Kedua Tangan Saat Doa, Bid’ahkah? ๐ŸŒทโ˜˜
๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ
Ada seorang yang bertanya kepada kami, apakah mengangjat kedua tangan saat berdoa itu bid’ah? Sebab Beliau membaca sebuah buku yang menyatakan seperti itu.
Tentang mengangkat tangan dalam berdoa telah dijelaskan dalam berbagai riwayat. Di antaranya. 
๐Ÿ“Œ  Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:
ุซูู…ู‘ูŽ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ูŠูุทููŠู’ู„ู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑูŽ ุฃูŽุดู’ุนูŽุซูŽ ุฃูŽุบู’ุจูŽุฑูŽุŒ ูŠูŽู…ูุฏู‘ู ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกุŒู ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ู ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุทู’ุนูŽู…ูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ุŒูˆูŽู…ูŽุดู’ุฑูŽุจูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒุŒ ูˆู…ู„ุจุณู‡ ุญุฑุงู… ูˆูŽุบูุฐููŠูŽ ุจูุงู„ุญูŽุฑูŽุงู…ู ููŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‰ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ุฐู„ูƒ
Lalu Beliau (Rasulullah) menyebutkan ada seorang laki-laki dalam sebuah perjalanan yang jauh, kusut dan berdebu, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit: โ€œWahai Rabb, wahai Rabb,โ€ sedangkan makanannya haram, minumannnya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan yang haram, bagaimana bisa doanya dikabulkan?โ€  (HR.  Muslim  No. 1015)
๐Ÿ“Œ Dari Salman Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฅู†ู‘ูŽ ุฑุจูƒู… ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุญูŽูŠููŠู‘ูŒ ูƒุฑูŠู… ูŠุณุชุญูŠ ู…ู† ุนุจุฏู‡ ุฅุฐุง ุฑูุน ูŠุฏูŠู‡ ุฅู„ูŠู‡ ุฃู† ูŠุฑุฏู‡ู…ุง ุตูุฑุงู‹
  โ€œSesungguhnya Rabb kalian Tabaraka wa Taโ€™ala yang Maha Pemalu, merasa malu terhadap hambaNya jika dia mengangkat kedua tangannya kepadaNya, dia mengembalikan kedua tangannya dalam keadaan kosong.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 3556, katanya: hasan gharib.  Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 1830, katanya: sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim. Dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ€™ No. 1757)
Masih banyak riwayat lainnya, sebagaimana nanti yang akan kami sebutkan. Semua ini menunjukkan menengadahkan kedua tangan ketika berdoa adalah suatu hal yang disyariatkan, bahkan termasuk dari adab berdoa yang dengannya doa bisa dikabulkan, dan jelas-jelas bukan bidโ€™ah.
Syaikh Ibnul โ€˜Utsaimin Rahimahullah mengatakan:
ูˆู…ุฏ ุงู„ูŠุฏูŠู† ุฅู„ู‰ ุงู„ุณู…ุงุก ู…ู† ุฃุณุจุงุจ ุฅุฌุงุจุฉ ุงู„ุฏุนุงุกุŒูƒู…ุง ุฌุงุก ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ: ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽูŠููŠู‘ูŒ ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุญููŠูŠู’ ู…ูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽูุนูŽ ูŠูŽุฏูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฑูุฏู‘ูŽู‡ูู…ูŽุง ุตููู’ุฑูŽุงู‹
   โ€œMembentangkan kedua tangan ke langit termasuk sebab dikabulkannya doa, sebagaimana hadits: Sesungguhnya Allah Yang Maha Malu dan Mulia, merasa malu terhadap hambaNya jika dia mengangkat kedua tangannya kepadaNya lalu dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong.โ€ (Syarhul Arbain An Nawawiyah, Hal. 138)
๐Ÿ“• Kapankah Berdoa Dengan Mengangkat Kedua Tangan?
  Berikut ini adalah berbagai riwayat tentang berdoa dengan mengangkat kedua tangan.
1โƒฃ  Doa Menjelang Perang
Dalam Shahih Muslim, bahwa Umar bin Al Khathab Radhiallahu โ€˜Anhu menceritakan keadaan menjelang perang Badar, katanya:
ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุจูŽุฏู’ุฑู ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู„ู’ููŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซู ู…ูุงุฆูŽุฉู ูˆูŽุชูุณู’ุนูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ููŽุงุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽุฏู‘ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุชููู ุจูุฑูŽุจู‘ูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ุฌูุฒู’ ู„ููŠ ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ููŠโ€ฆโ€ฆ 
  โ€œDi hari ketika perang Badr, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memandangi kaum musyrikin yang berjumlah 1000 pasukan, sedangkan sahabat-sahabatnya 319 orang. Lalu  Nabiyullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menghadap kiblat, kemudian dia menengadahkan kedua tangannya lalu dia berteriak memanggil Rabbnya: Ya Allah! Penuhilah untukku apa yang Kau janjikan kepadaku โ€ฆโ€ฆ (HR. Muslim No. 1763)
  Al Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:
ูˆูŽูููŠู‡ู : ุงูุณู’ุชูุญู’ุจูŽุงุจ ุงูุณู’ุชูู‚ู’ุจูŽุงู„ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุก ูˆูŽุฑูŽูู’ุน ุงู„ู’ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู†ู ูููŠู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณ ุจูุฑูŽูู’ุนู ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ุช ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุก .
  โ€œDalam hadits ini DISUNNAHKAN menghadap ke kiblat ketika berdoa dan mengangkat kedua tangan, dan tidak apa-apa meninggikan suara ketika doa.โ€ (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/213. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

  

2โƒฃ Doa Ketika Meminta Hujan (Istisqaโ€™)
Dalam Shahih Bukhari,  Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu berkata:
ุฃูŽุชูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจููŠู‘ูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ูˆู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุงู„ู’ู…ูŽุงุดููŠูŽุฉู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุนููŠูŽุงู„ู ู‡ูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ููŽุฑูŽููŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽ
ู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ูˆูŽุฑูŽููŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽูŠู’ุฏููŠูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุนูŽู‡ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ
โ€œDatang seorang laki-laki Arab Pedalaman, penduduk Badui, kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pada hari Jumat. Dia berkata: โ€œWahai Rasulullah, ternak kami telah binasa, begitu pula famili kami dan orang-orang.โ€ Maka, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallm mengangkat kedua tangannya, dia berdoa, dan manusia ikut mengangkat kedua tangan mereka bersamanya ikut berdoa.โ€ (HR. Bukhari No. 983)
Dalam hadits ini bisa dimaknai bahwa mengangkat kedua tangan ketika doa istisqa adalah sunah dan dicontohkan oleh nabi, lalu diikuti oleh manusia saat itu dengan juga mengangkat tangan mereka, tetapi juga bisa dimaknai bahwa hal ini terjadi secara umum dan mutlak, seperti mendatangi orang shalih atau ulama untuk mendoakan manusia tentang hajat mereka, karena dalam kisah ini tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa  kebolehan mengangkat kedua tangan itu khusus untuk istisqaโ€™.
Sementara sebagian ulama menyatakan mengangkat tangan tinggi dalam berdoa hanya khusus pada istisqaโ€™ .  Sementara, Imam Bukhari menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa mengangkat kedua tangan ketika doa adalah MUTLAK dalam doa apa saja dan kapan saja.
Berkata Syaikh Abdurrahman Al Mubarkafuri Rahimahullah:
ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽูู’ุนู ู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุฏูุนูŽุงุกู ุงู„ูุงุณู’ุชูุณู’ู‚ูŽุงุกู ุŒ ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูุฎู’ุชูŽุตู‘ู‹ุง ุจูู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุงูุณู’ุชูŽุฏูŽู„ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ู ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆูŽุงุฒู ุฑูŽูู’ุนู ุงู„ู’ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ู…ูุทู’ู„ูŽู‚ู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู .
โ€œMereka mengatakan bahwa mengangkat tangan yang seperti ini jika terjadi pada doa istisqa, tetapi hadits ini tidaklah mengkhususkannya. Oleh karenanya, Imam Bukhari berdalil dengan hadits ini dalam kitab Ad Daโ€™awat atas kebolehan mengangkat kedua tangan secara mutlak (umum) ketika berdoa.โ€ (Tuhfah Al Ahwadzi, 2/201-202. Cet. 2. Maktabah As Salafiyah, Madinah Al Munawarah) 
Jika melihat berbagai riwayat yang ada, maka telah menjadi fakta bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangan dalam berbagai kesempatan doa bukan hanya istisqaโ€™, ada pun sebagian ulama menyebtkan bahwa mengangkat tangan tinggi-tinggi hingga terlihat putih ketiaknya, hanya terjadi pada istisqaโ€™, dalilnya adalah hadits dari Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu.
Berkata Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu:
ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููŽุนู ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ู’ ุฏูุนูŽุงุฆูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ูุงุณู’ุชูุณู’ู‚ูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฑู’ููŽุนู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุฑูŽู‰ ุจูŽูŠูŽุงุถู ุฅูุจู’ุทูŽูŠู’ู‡ู
โ€œAdalah Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tidak pernah sedikit pun mengangkat tangan dalam berdoa  kecuali ketika istisqaโ€™, dia mengangkat tangannya sampai terlihat putih ketiaknya.โ€ (HR. Bukhari No. 984)
Apa yang diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu ini, tidaklah menggugurkan fakta bahwa nabi pernah mengangkat tangan ketika doa lainnya. Ada pun berdoa sampai terlihat ketiaknya, menurut penuturan Anas bin Malik hanya terjadi pada doa istisqaโ€™. 
Tetapi, benarkah mengangkat tangan tinggi-tinggi ketika berdoa hanya ketika  doa istisqa? nampaknya tidak demikian. Telah ada riwayat lain dengan sanad   maushul (bersambung), yang tertera dalam Shahih Bukhari, bahwa Abu Musa Al Asyโ€™ari pernah melihat nabi berdoa mengangkat tangan sampai terlihat ketiaknya, padahal itu bukan doa istisqa, melainkan doa ketika terbunuhnya paman Abu Musa Al Asyโ€™ari.
Berikut ini tercatat dalam Shahih Bukhari, Kitab Ad Daโ€™awat, sebagai berikut:
ุจูŽุงุจ ุฑูŽูู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู’ุฏููŠ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ู…ููˆุณูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุนูŽุฑููŠู‘ู ุฏูŽุนูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุจูŽูŠูŽุงุถูŽ ุฅูุจู’ุทูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุจู’ุฑูŽุฃู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนูŽ ุฎูŽุงู„ูุฏูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุนูŽุจู’ุฏ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฃููˆูŽูŠู’ุณููŠู‘ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุฌูŽุนู’ููŽุฑู ุนูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุจู’ู†ู ุณูŽุนููŠุฏู ูˆูŽุดูŽุฑููŠูƒู ุณูŽู…ูุนูŽุง ุฃูŽู†ูŽุณู‹ุง ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุจูŽูŠูŽุงุถูŽ ุฅูุจู’ุทูŽูŠู’ู‡ู
Bab Mengangkat Kedua Tangan Ketika Doa. Berkata Abu Musa Al Asyโ€™ar
i: โ€œNabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berdoa lalu mengangkat kedua tangannya dan aku melihat ketiaknya yang putih.โ€
Berkata Ibnu Umar: โ€œNabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya dan berkata: โ€œYa Allah, aku bebaskan kepadamu dari apa-apa yang dilakukan Khalid (bin Walid).โ€
Berkata Abu Abdillah, bercerita kepadaku Al Ausi, bercerita kepadaku Muhammad bin Jaโ€™far dari Yahya bin Saโ€™id dan Syarik,  bahwa mereka berdua mendengar Anas bin Malik, dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam yang mengangkat kedua tangannya sampai saya melihat ketiaknya yang putih.โ€ (Selesai kutipan dari Shahih Bukhari)
Dari riwayat ini, kita melihat bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam juga mengangkat tangan dalam berbagai momen sesuai hajatnya dia berdoa. Sehingga riwayat ini telah memperluas  dan melengkapi apa yang dikatakan oleh Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya- bahwa nabi mengangkat tangan tinggi hingga terlihat ketiaknya hanya terjadi pada doa istisqa. Kenyataannya hal itu juga terjadi pada kesempatan lain.
Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath tentang riwayat Abu Musa Al Asyโ€™ari di atas:
ู‡ูŽุฐูŽุง ุทูŽุฑูŽู ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุซู‡ ุงู„ุทู‘ูŽูˆููŠู„ ูููŠ ู‚ูุตู‘ูŽุฉ ู‚ูŽุชู’ู„ ุนูŽู…ู‘ู‡ ุฃูŽุจููŠ ุนูŽุงู…ูุฑ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุนูŽุฑููŠู‘ ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽูˆู’ุตููˆู„ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุบูŽุงุฒููŠ ูููŠ ุบูŽุฒู’ูˆูŽุฉ ุญูู†ูŽูŠู’ู†ู
โ€œIni adalah akhir dari hadits yang panjang yang mengisahkan tentang terbunuhnya pamannya yang bernama Abu โ€˜Amir Al Asyโ€™ari, dan telah dijelaskan bersambungnya sanad kisah ini dalam Al Maghazi, pada bahasan Ghazwah Hunain (Perang Hunain).โ€ (Fathul Bari, 11/141)
Penuturan Al Hafizh Ibnu Hajar menunjukkan bahwa berdoa sampai terlihat ketiaknya yang putih, tidak hanya dilakukan nabi ketika istisqaโ€™. Tetapi juga kesempatan yang lain. Wallahu Aโ€™lam
3โƒฃ Mengangkat tangan dalam berbagai kesempatan doa
โœ… Dari Abu  Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:
ู‚ุฏู… ุงู„ุทููŠู„ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุงู„ุฏูˆุณูŠ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูู‚ุงู„: ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡! ุฅู† ุฏูˆุณุงู‹ ู‚ุฏุนุตุช ูˆุฃุจุชุŒ ูุงุฏุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ุง! ูุงุณุชู‚ุจู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู‚ุจู„ุฉ ูˆุฑูุน ูŠุฏูŠู‡- ูุธู† ุงู„ู†ุงุณ ุฃู†ู‡ ูŠุฏุนูˆ ุนู„ูŠู‡ู…- ูู‚ุงู„: “ุงู„ู„ู‡ู…! ุงู‡ุฏู ุฏูˆุณุงู‹ โ€ฆ.
โ€œAth Thufail bin Amru Ad Dausi datang kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, lalu dia berkata: โ€œWahai Rasulullah! Sesungguhnya suku Daus telah membangkang dan menolak, maka doakanlah mereka!โ€ Lalu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya โ€“manusia menyangka bahwa Beliau mendoakan mereka- dia berdoa: โ€œYa Allah, berikan petunjuk kepada suku Daus โ€ฆ.โ€ (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad. Lihat Shahih Adabul Mufrad, 478/611. Cet. 1, 1421H. Dar Ash Shiddiq) 
โœ… Dari Ath Thufail bin Amru, tentang kisah seorang laki-laki yang berhijrah bersamanya. Dalam kisah itu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berdoa:

ุงู„ู„ู‡ู… ูˆู„ูŠุฏูŠู‡ ูุงุบูุฑ ูˆุฑูุน ูŠุฏูŠู‡

โ€œYa Allah, ampunilah kedua anaknya,โ€ dan dia mengangkat kedua tangannya. (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6963, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim. Ibnu Hibban No. 3017. Abu Yaโ€™la No. 2175. Lihat juga Fathul Bari, 11/142. Al Hafizh mengatakan: sanadnya shahih. Tetapi Syaikh Al Albani mendhaifkan dalam Dhaif Adabil Mufrad, 1/215. Namun, Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya   No. 116, tanpa menyebut: dia mengangkat kedua tangannya. Begitu pula dalam riwayat Ahmad No. 14982, juga Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 15613)
โœ… Dari  โ€˜Ikrimah :
ุฃู†ู‡ุง  ุฑุฃุช ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุฏุนูˆ ุฑุงูุนุง ูŠุฏูŠู‡ ูŠู‚ูˆู„: ุงู„ู„ู‡ู… ุฅู†ู…ุง ุฃู†ุง ุจุดุฑโ€ฆ
โ€œBahwa โ€˜Aisyah melihat Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berdoa sambil mengangkat kedua tangannya: โ€œYa Allah sesungguhnya saya ini hanyalah manusia …โ€ (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih Adabil Mufrad, 1/214.  Fathul Bari, 11/142. Al Hafizh mengatakan: shahihul isnad- isnadnya shahih)
Imam An Nasaโ€™i juga meriwayatkan dari Az Zuhri bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam ketika setelah melontar jumrah dengan tujuh kerikil, dia mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. (HR. An Nasaโ€™i No. 3083. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan An Nasaโ€™i No. 3083. Juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 2972)
Dan masi
h banyak lagi doa nabi dengan mengangkat kedua tangannya. Al Hafizh Ibnu Hajar telah mengumpulkannya dalam Fathul Bari, di antaranya:
– doa ketika gerhana, 

– doa nabi untuk Utsman, 

– doa nabi untuk Saโ€™ad bin โ€˜Ubadah, 

– doa nabi ketika Fathul Makkah, 

– doa nabi untuk umatnya, 

– doa nabi ketika memboncengi Usamah, dan lainnya.
 Semuanya dengan sanad shahih dan jayyid, dan menyebutkan bahwa nabi mengangkat kedua tangannya ketika melakukan doa-doa tersebut. (Fathul Bari, 11/142)
Semua data ini menjadi hujjah yang kuat sunahnya mengangkat kedua tangan saat berdoa, dikondisi khusus dan umum, bukan hanya pada saat setelah shalat sunah rawatib sebagaimana yang dilakukan sebagian orang. 
Demikian. Wallahu A’lam
๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐ŸŒพ๐ŸŒป๐ŸŒด๐ŸŒบโ˜˜๐ŸŒท
โœ Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ“ก Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC

Advertisements