Keluarga yang di abadikan

-Mempelajari Keluarga-Keluarga Yang Di Abadikan-
Umur saya 23 tahun hampir 24 tahun, dan memang sudah saatnya untuk mempersiapkan masa depan yang tentunya lebih menantang, di antaranya adalah keluarga. Malam ini kebetulan tadabbur Al-Quran saya sampai kepada satu surat tentang keluarga luar biasa, satu keluarga manusia biasa yang sangat istimewa. Dan nama keluarga ini di abadaikan begitu indah dalam Al-Quran. Keluarga yang terabadikan indah dalam wahyu Tuhan itu adalah “Keluarga ‘Imran”. 
Saya pikir, pendekatan paling efektif untuk menjalankan roda kehidupan adalah pendekatan sejarah. Karena mempelajari Al-Quran bisa di katakan sebagai mempelajari sejarah. Kurang lebih dua pertiga isi dari Al-Quran adalah tentang sejarah. Ada beberapa keluarga yang di abadikan dalam Al-Quran dengan berbagai cerita luar biasanya. Diantaranya adalah  Keluarga ‘Imran, keluarga Ibrahim, keluarga Ya’kub, keluarga Nuh, keluarga Luth, keluarga Luqman, Keluarga Daud lalu Keluarga Musa dan tentu saja keluarga Muhammad. 
Dan dengan mempelajari sejarah-sejarah yang abadi itulah kita dapat membangun keluarga kita kedepan dengan sangat baik dan menyikapi bagaimana berkeluarga dimasa depan. 
Ada keluarga Ibrahim yang mengajarkan kita akan sebuah kesabaran. Kesabaran menanti Anak misalkan, lalu kesabaran atas perintah Allah. Ketika Ismail akan di korbankan adalah merupakan kesabaran yang luar biasa dari Ibrahim atas perintah Allah. Kita bisa mengambil pelajaran sangat berharga ini bagi keluarga kita, bahwa dalam berkeluarga kesabaran adalah sesuatu yang sangat penting. Dengan kesabaran itu, Allah akan menggantinya dengan ganti yang sangat baik. 
Lalu dari keluarga Ya’kub kita bisa mengambil pelajaran tentang bagaimana berinteraksi dengan anak. Dalam kisah Yusuf, yang merupakan kisah terbaik yang pernah ada, di ceritakan bahwa akar dari kedengkian saudara-saudara Yusuf kepadanya adalah rasa iri. Mereka iri karena Yusuf sangat di bedakan dari yang lainnya. Sehingga mereka menjerumuskan Yusuf ke dalam sumur. Ini menjadi pelajaran, bahwa membeda-bedakan seseorang dalam keluarga, terutama membedakan dengan berlebihan bisa berdampak pada kedengkian dan itu mencelakakan. Dan yang sangat patut di pelajari dan di aplikasikan dari keluarga Yusuf adalah sifat Yusuf yang pemaaf. Yusuf memaafkan saudara-saudaranya yang telah mencelakainya, dan ini lah akhir klimaks dari kisah Yusuf, kisah terbaik. Dan tentu saja ini menjadi pelajaran yang begitu berharga bagi siapa saja yang ingin membangun keluarga, bahwa dalam keluarga ‘Maaf’ sangat lah penting. 
Lalu pelajaran berikutnya adalah tentang pendamping hidup. Keluarga ‘Imran, keluarga Nuh, Keluarga Luth, dan Keluarga Musa mengajarkan kita arti pentingnya pendamping hidup. Awal kisah keluarga ‘Imran di awali dengan kisah sang Istri yang begitu baik dan Sholihah, dan menandakan bahwa peran sentral seorang istri sebagai pengasuh dan Ibu juga pembangun generasi istimewa. Istri ‘Imran menazarkan anaknya menjadi anak yang sholeh dan akan berbakti di baitul Maqdis. Ini adalah harapan luar biasa dari seorang istri, harapan kepada anaknya yang belum lahir dan ini menunjukan visi sang istri yang menakjubkan. Lalu kisah Nuh dan Luth menceritakan tentang pendamping yang menyimpang, yang bahkan menghambat kerja-kerja besar mereka. Lalu keluarga Musa pun mengisahkan tentang pendamping yang bertolak belakang. Asiah yang bersuamikan Fir’aun. Dan kisah para istri ini terabadikan dalam surat Attahrim. 
Dari kisah keluarga-keluarga tersebut, kita bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya memilih pendamping kelak. Karena keluarga istimewa akan lahir dari pendamping yang istimewa, yang mempunyai visi besar tentunya dan berusaha untuk menjadi lebih baik dan baik lagi, tidak harus sempurna, yang penting adalah komitmennya terhadap kebaikan sangat besar, karena manusia tidak ada yang sempurna. 
Lalu keluarga Daud mengajarkan kita tentang pentingnya bersyukur. Daud dan Sulaiman adalah manusia yang diberikan fasilitas sangat lengkap oleh Allah, tapi mereka senantiasa mensyukurinya. Bila keluarga kita kelak diberikan berbagai macam kenikmatan, jangan lupa untuk bersyukur, karena keluarga Daud pun yang kenikmatannya tak bisa di bayangkan, senantiasa bersyukur dan tersu bersyukur. Keluarga Luqman mengisahkan bagaimana peran sentral seorang Ayah dalam pendidikan anak. Luqman adalah orang biasa, tetapi nama dan metode pendidikan keluarganya terabadikan indah dalam Al-Quran. 
Ini mungkin sedikit pelajaran yang bisa di ambil dari keluarga-keluarga yang terabadikan dalam Al-Quran. Mempelajarinya lebih dalam tentu akan sangat membantu kita untuk berkeluarga. Cita-citakan keluarga kita menjadi seperti keluarga ‘Imran yang istimewa. Yang dari keluarga itulah lahir manusia-manusia mulia. Seperti Maryam dan Isa. Dengan keluarga yang baik, manuver kebaikan kita kepada dunia pun akan semakin mengagumkan. Karena tugas-tugas besar telah menanti. Semakin banyak keluarga yang istimewa, tentu saja semakin dekat dengan dunia yang tentram, yang adil dan sejahtera. Dunia yang mengagumkan, karena dari keluarga-keluarga itulah hadir dunia yang menakjubkan.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10207318502582740&id=1290707175

Advertisements