ย LOYALITAS & KEBERPIHAKAN POLITIK

*๐Ÿ“š LOYALITAS & KEBERPIHAKAN*
ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽุชูŽูˆูŽู„ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุญูุฒู’ุจูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุบูŽุงู„ูุจููˆู†ูŽ
Dan siapa berwala kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman (menjadikan ketiganya sebagai pemimpin dan penolongnya), maka sesungguhnya, hizbullah, merekalah orang-orang yang menang. (QS. Al-Maidah: 56).
Wala adalah loyalitas yang berasal dari kedekatan dan cinta kemudian bermuara pada keberpihakan dan pembelaan.
โœ… Dalam ayat di atas, loyalitas adalah faktor utama datangnya kemenangan bagi orang-orang beriman yang disebut di sana dengan hizbullah (bukan nama organisasi).
โœ… Yang paling ditakuti oleh para perusak bangsa adalah persatuan kaum muslimin yang ditandai dengan keberpihakan dan pembelaan yang kompak kepada kepentingan ummat & bangsa.
Sebab jika itu terwujud, maka mereka tidak akan mampu menguasai negeri muslim yang kaya, tak bisa lagi menjajah mayoritas kaum muslimin dengan berbagai bentuk penjajahan.
Upaya agar kaum muslimin tidak punya keberpihakan yang sama dilakukan melalui penyebaran berbagai ideologi yang menyimpang yang dibawa oleh muslim yang telah meminum ideologi tersebut lalu ia didesain menjadi tokoh dan disiapkan medianya.
Yang paling beracun adalah sekulerisme dan liberalisme.
โœ… Biasanya senjata yang paling sering mereka gunakan adalah ungkapan “politisasi agama”. Padahal membicarakan politik dan kepemimpinan dari sudut pandang Islam adalah hak asasi kaum muslimin. Sebagaimana pemeluk agama lain berhak berbicara politik dan kepemimpinan sesuai agama dan kepentingan mereka. Wajar sekali.
โœ… Adalah hak ulama dan majlis ulama mengatur kaum muslimin bagaimana memilih pemimpin berdasarkan ajaran Islam, sebagaimana gereja berhak mengatur jemaatnya siapa pemimpin yang harus mereka pilih.
Ketika ummat Islam yang merupakan mayoritas di negeri ini dilarang berpolitik dan memilih pemimpin sesuai ajaran Islam, pada hakikatnya  itu sama saja dengan melarang mayoritas untuk menang dan memimpin, alias minoritas  yang tidak mau kalah.

Padahal sepanjang sejarah dunia, kaum muslimin adalah ummat yang paling mengayomi.

Kalau muslim minoritas, ahh.. sedih menyebutnya..
๐Ÿ“Œ Mari berpihak dan jangan takut menggunakan hak.
@sahal_hasan / bit.ly/1SnFp34

Advertisements